Punya Rencana Beli Properti Pakai KPR? Baca Dulu Kiat Sukses Urus Administrasi KPR Ini!

DekorInspira.com – Punya Rencana Beli Properti Pakai KPR? Baca Dulu Kiat Sukses Urus Administrasi KPR Ini!



Salah satu bentuk pendanaan yang banyak digunakan untuk membeli suatu properti adalah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. KPR banyak dipilih karena terasa lebih aman dan juga pembayarannya tersebut dapat dicicil sesuai tenor yang disepakati sehingga tidak mengeluarkan biaya yang besar di awal dan tidak perlu langsung membayar rumah tersebut langsung secara lunas. Nah, jika kamu punya rencana untuk membeli properti menggunakan KPR, sebaiknya baca dulu kiat sukses urus administrasi KPR berikut ini sebelum membeli properti incaran kamu tersebut ya!

1. Membayar Uang Muka Atau Down Payment

Jika membeli rumah dari pihak pengembang, biasanya pihak pengembang meminta uang tanda jadi atau Down Paymment sebagai bukti pemesanan rumah. Batas waktu untuk down payment ini berbeda-beda sesuai kebijakan developer, bahkan ada yang membebaskan tanpa batas waktu. Down Payment ini juga biasanya juga sudah menjadi bagian dari uang muka KPR. Uang muka KPR ini akan dikembalikan jika KPR ditolak oleh pihak Bank.

2. Menyiapkan Dokumen Untuk Pengajuan Kredit Pemilikan Rumah

Setelah melakukan pembayaran down payment atau uang muka, langkah selanjutnya adalah tentu kita menyiapkan segala dokumen untuk keperluan pengajuan KPR tersebut. Dokumen-dokumen tersebut antara lain sebagai berikut :

  • Fotokopi KTP Suami Dan Istri
  • Fotokopi Surat Nikah, Jika Sudah Menikah
  • Fotokopi Kartu Keluarga
  • Fotokopi NPWP
  • Rekening Koran 3 Bulan Terakhir
  • Slip Gaji
  • Surat Keterangan Kerja
  • Jika pemohon merupakan Wiraswasta atau Profesional, persyaratan lain yang perlu ditambah adalah SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), Akta Perusahaan, Tanda Daftar Perusahaan atau TDP, Laporan Keuangan Perusahaan setahun terakhir, dan juga Surat Izin Dari Institusi Pemerintah terkait.

Persiapkan segala kelengkapan dokumen tersebut. Kemudian, serahkan kepada pihak developer agar pihak developer yang mengajukan KPR tersebut kepada pihak Bank. Jangan lupa juga untuk scan semua dokumen agar bisa di-backup dan mudah dicari bila suatu saat dokumen-dokumen tersebut dibutuhkan pihak Bank ya, guys!

3. Pihak Developer Akan Mengajukan KPR Kepada Pihak Bank

Selanjutnya pihak marketing developer biasanya akan mengajukan KPR atau Kredit Pemilikan rumah tersebut ke-dua atau tiga bank partner sekaligus untuk membuat backup jika pengajuan KPR ke Bank tersebut tidak berhasil. Selain itu, hal ini biasanya dilakukan supaya kamu sebagai buyer dapat memilih manakah KPR yang mempunyai penawaran yang lebih menarik. Namun, kamu juga perlu tahu bahwa jika Bank tersebut bukan merupakan bank partner dari pihak developer, biasanya pembeli akan diminta untuk mengurus sendiri pengajuan KPR-nya.

4. Pengecekan Oleh Pihak Bank

Setelah dokumen pengajuan KPR diterima oleh Bank, Bank pun akan memverifikasi dahulu kelengkapan dan kebenaran dokumen pengajuan tersebut. Selain itu, Bank juga akan melakukan yang namanya BI Checking. Proses BI Checking ini bertujuan untuk memastikan bahwa pembeli properti sebagai pemohon KPR beserta pasangannya jika sudah menikah, tidak termasuk dalam blacklist Bank Indonesia terkait catatan kredit yang pernah dilakukan sebelumnya. Kemudian, hal lain yang menjadi pertimbangan lainnya bagi bank sebelum mengambil keputusan mengenai KPR tersebut adalah kemampuan finansial pembeli tersebut di Bank. Disini tentu saja kamu harus jujur dalam menyampaikan informasi finansial yang sebenar-benarnya. Bila KPR tembus, biasanya bank mensyaratkan cicilan maksimal adalah 30% gaji. Ada juga yang mensyaratkan penggabungan penghasilan suami dan istri, namun ada yang mensyaratkan hanya salah satunya saja. Selain itu, pihak bank juga biasanya akan melakukan survey lokasi, baik ke kantor atau rumah ntuk melakukan interview terhadap pembeli dan juga memvalidasi tempat tinggal maupun tempat kerja si pemohon. Lalu, setelah semua ketentuan untuk pengajuan KPR tersebut dirasa sudah cukup baik dan lengkap, Bank pun akan menghubungi untuk menginformasikan bahwa KPR telah disetujui dan meminta pembeli untuk mengisi formulir persetujuan KPR.

5. Akad Kredit Pemilikan Rumah

Inilah proses terakhir dalam administrasi pengajuan Kredit Pemilikan Rumah atau KPR sekaligus juga titik awal dimulainya KPR. Disini Pihak Bank akan memberikan perjanjian kredit yang akan ditandatangani oleh nasabah sebagai tanda dimulainya KPR. Kemudian, di bulan berikut kamu juga sudah diwajibkan untuk membayar KPR dengan jumlah cicilan dan juga tanggal jatuh tempo sesuai tenor yang ditetapkan dalam perjanjian tersebut. Disini artinya juga kita sudah bisa menempati rumah tersebut, terlebih jika kita membeli rumah yang siap huni. Namun, perlu diketahui juga bahwa sebelum tandatangan akad kredit tersebut, ada baiknya kamu juga membaca dan memahami pasal-pasal yang ada dalam akad tersebut agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari. Selain itu, jangan lupa juga untuk meminta salinan akad kredit tersebut setelah ditandatangani untuk menjadi pegangan kamu.

Demikianlah beberapa hal penting yang menjadi kiat sukses dalam mengurus KPR atau Kredit Pemilikan Rumah ini.  Bagaimana? Tidak terlalu sulit kan untuk mengurusnya? Yang terpenting adalah keterbukaan informasi finansial kita dan juga kelancaran komunikasi dengan Pihak Bank. Di sisi lain, Pihak Developer pun juga pasti akan membantu dalam kelancaran pengajuan KPR ini, karena mereka juga mempunyai kepentingan juga agar propertinya sukses terjual. Maka, janganlah ragu dan menyerah terlebih dahulu sebelum mengajukan KPR kepada Pihak Bank ya, guys!



Semoga artikel ini bisa membantu menambah pengetahuan dan wawasanmu di bidang investasi properti, terutama mengenai Kredit Pemilikan Rumah atau KPR. Jika kamu punya pengalaman sendiri saat pengajuan KPR atau masih bingung cara mengajukan KPR, jangan sungkan untuk tinggalkan komentar ya! Terimakasih sudah membaca dan jangan lupa share artikel ini di sosial media-mu ya!

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *