Pertama Kali Beli Rumah? Tengok Dulu Cara Membuat Akta Jual Beli Tanpa Bantuan Calo Disini!

DekorInspira.com – Pertama Kali Beli Rumah? Tengok Dulu Cara Membuat Akta Jual Beli Tanpa Bantuan Calo Disini!

Salah satu bukti legalitas yang wajib ada dalam proses jual beli rumah adalah Akta Jual Beli atau AJB. Proses pembuatan AJB ini dilakukan di hadapan pejabat PPAT. Ini dilakukan setelah semua biaya yang menyangkut jual beli rumah tersebut sudah dibayar lunas baik oleh penjual maupun pembeli. Di sisi lain, banyak juga masyarakat yang belum tahu dan menganggap mengurus AJB ini sulit dan merepotkan sehingga meminta calo untuk mengurusnya. Padahal, sebenarnya mengurus Akta Jual Beli ini tidak terlalu sulit dan merepotkan, lho asalkan paham caranya. Yuk kita simak langkah-langkahnya.



1. Pemeriksaan Sertifikat Dan PBB

Pemeriksaan sertifikat dan PBB menjadi langkah utama sebelum transaksi jual beli rumah dilakukan. Jadi, pihak PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah meminta sertifikat dan juga Surat Tanda Terima Setoran PBB dari penjual untuk diverifikasi. Pemeriksaan sertifikat ini bertujuan untuk memastikan bahwa tanah dan rumah itu benar-benar milik penjual, serta tidak terlibat sengketa atau dijaminkan. Sedangkan, pemeriksaan PBB bertujuan untuk memastikan apakah pihak penjual sudah lunas membayar PBB hingga transaksi jual beli tersebut berlangsung.

2. Melengkapi Dokumen Yang Diperlukan Untuk AJB

Dalam pembuatan AJB ini diperlukan beberapa dokumen, baik dari pihak penjual maupun pembeli. Dokumen tersebut juga akan diperiksa kelengkapanya sebelum penandatanganan AJB berlangsung. Dari sisi Penjual, dokumen yang diperlukan adalah sebagai berikut : Fotokopi KTP, Fotokopi NPWP, Fotokopi Surat Nikah (Jika sudah menikah), Fotokopi Kartu Keluarga, Surat Persetujuan Suami/Istri (Surat persetujuan ini bisa juga dituliskan di Akta Jual Beli), Sertifikat Tanah, dan juga Surat Tanda Terima Setoran PBB yang asli. Sedangkan, dari sisi Pembeli, dokumen yang diperlukan adalah Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, Akta Nikah (Jika sudah menikah), dan juga NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak).

3. Membayar Lunas Biaya Transaksi Jual Beli Rumah Dan Juga Pajaknya

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Biaya Jual Beli Rumah juga harus dilunasi terlebih dahulu sebelum melakukan pengurusan Akta Jual beli. Kemudian, selain Biaya Jual Beli Rumah tersebut, ada Pajak-Pajak lainnya juga yang harus dibayarkan, baik oleh Penjual maupun Pembeli sebelum pembuatan AJB. Pajak yang perlu dibayarkan antara lain PPh dan BPHTB. PPh atau Pajak Penghasilan wajib dibayarkan oleh penjual yaitu sebesar 5% dari harga tanah. Sedangkan, BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan) wajib dibayarkan pembeli sebesar 5% dari NJOPTKP atau Nilai Jual Objek Pajak Tidak Kena Pajak.

Ketahuilah juga, apabila Pihak Pembeli membeli rumah baru melalui Developer, maka kamu juga diharuskan membayar PPN (Pajak Pertambahan Nilai). Ketahuilah juga apabila nilai Transaksi pembelian rumah tersebut diatas 20 Milyar, maka sebagai Pembeli kamu juga akan dikenakan PPnBM atau Pajak Penjualan Barang Mewah. Biaya lain yang akan muncul dan perlu dibayarkan dalam pengurusan AJB ini adalah biaya jasa PPAT sebesar 1 % dari nilai transaksi yang biasanya ditanggung berdia oleh penjual dan pembeli.

4. Penandatanganan Akta Jual Beli

Setelah sertifikat tanah sudah terverifikasi, proses jual beli sudah dilakukan, dan Biaya-Biaya Pajak juga sudah dibayarkan, maka penandatanganan Akta Jual Beli sudah bisa dilakukan. Proses penandatangan Akta Jual Beli ini dilakukan oleh penjual dan pembeli di Kantor PPAT dengan disaksikan oleh dua orang saksi yang umumnya juga berasal dari kantor PPAT tersebut. Dengan ditandatangani AJB ini, maka transaksi jual beli rumah tersebut sudah dikatakan sah secara hukum.

5. Proses Balik Nama

Langkah berikutnya setelah dilakukan penandatanganan Akta Jual Beli adalah melakukan balik nama sertifikat kepemilikan dari nama penjual kepada nama pembeli. Maka dari itu, setelah dilakukan AJB, petugas PPAT juga meminta agar pembeli membuat surat permohonan untuk balik nama. Prosesnya, setelah AJB sudah selesai dibuat, kemudian petugas PPAT akan menyerahkan AJB dan juga beberapa berkas lainnya, yaitu Surat Permohonan Balik Nama, Akta Jual Beli, Sertifikat Tanah, Fotokopi KTP Penjual dan Pembeli, serta Bukti Pelunasan Pembayaran PBB dan BPHTB ke kantor pertanahan.

Kemudian, setelah berkas-berkas tersebut diserahkan ke kantor pertanahan, maka pembeli akan menerima tanda bukti penerimaan. Nantinya, Nama Penjual akan dicoret dengan tinta hitam dan juga diberi paraf oleh pihak kantor pertanahan, sedangkan Nama Pembeli sebagai pemilik yang baru akan ditulis pada halaman dan kolom yang ada pada buku tanah dan sertifikat yang juga akan ditandatangani pihak kantor pertanahan. Pembeli sudah dapat mengambil sertifikat yang sudah balik nama tersebut dalam waktu paling cepat 14 hari kerja.

6. Biaya Notaris

Dalam pembuatan Akta Jual Beli ini tentu juga tak lepas dari peran notaris, karena notaris ini menjadi pejabat yang menentukan sah atau tidaknya jual beli tersebut. Biaya notaris itu sendiri meliputi beberapa klasifikasi biaya yang antara lain adalah Cek Sertifikat Tanah, Validasi Pajak, Pembuatan Akta Jual Beli, Biaya Balik Nama, Biaya SKHMT, dan juga Biaya APHT. Nilai dari biaya tersebut bervariasi, namun jika ditotal maka nilainya kira-kira sekitar 5 juta rupiah. Ketahuilah juga bahwa ada juga notaris yang membebankan biaya jasanya sebesar 0,5 sampai 1% dari nilai transaksi. Biaya Notaris Jasa Akta Jual Beli ini biasanya dibebankan kepada pembeli.



Itulah beberapa hal penting yang wajib kamu ketahui dalam membuat Akta Jual Beli. Tidak sulit, bukan? Apabila kamu masih ada pertanyaan seputar pembuatan AJB atau punya pengalaman yang bisa dibagikan di kolom komentar, silahkan saling share ya! Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa untuk follow media sosial DekorInspira.com di Twitter, Instagram, dan Fanpage!

, , , , , , , , ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *